Warga Desa Penyengat Olak Bentuk Kelompok Masyarakat, Lawan Bencana Akibat Stockpile Pasir

Warga Desa Penyengat Olak Bentuk Kelompok Masyarakat, Lawan Bencana Akibat Stockpile Pasir
Warga Desa Penyengat Olak Bentuk Kelompok Masyarakat, Lawan Bencana Akibat Stockpile Pasir. Foto: Ist

PENYENGAT OLAK, Lajuberita.id – Sebuah langkah besar diambil oleh warga masyarakat Desa Penyengat Olak pasca bencana yang melanda wilayah mereka akibat operasi stockpile pasir. Berdasarkan kesepakatan bersama, warga resmi membentuk sebuah kelompok masyarakat yang bertujuan untuk memperjuangkan aspirasi serta mempercepat penanganan dampak bencana yang hingga kini masih dirasakan.

Kelompok ini dipimpin oleh Eri Saputra, yang kemudian dikenal dengan sebutan Kapten Eri. Dalam struktur kepengurusan yang tertulis dalam daftar hadir warga, Kapten Eri dibantu oleh dua orang wakil kapten, seorang sekretaris, dan seorang bendahara. Susunan ini dibentuk agar setiap langkah perjuangan warga dapat berjalan secara terorganisir dan terarah.

Menurut Kapten Eri, kepercayaan yang diberikan oleh warga masyarakat merupakan amanah yang sangat besar. Ia menyadari bahwa tanggung jawab yang diembannya bukanlah hal yang ringan, terlebih di tengah situasi darurat yang menuntut kepekaan dan ketegasan.

“Saya menerima tanggung jawab dari warga,” kata Eri di sela-sela penunjukkannya. Pernyataan ini menegaskan komitmennya untuk menjadi jembatan antara masyarakat dan berbagai pihak yang berwenang, demi kepentingan bersama.

Salah satu poin penting dalam kesepakatan kelompok ini adalah bahwa semua keputusan harus diputuskan secara bersama-sama di dalam forum kelompok. Tidak ada keputusan sepihak, termasuk dalam rencana pengaduan ke berbagai instansi resmi pemerintah. Hal ini dilakukan agar setiap langkah yang diambil benar-benar mencerminkan suara dan kebutuhan seluruh warga Desa Penyengat Olak.

Keberadaan kelompok ini diharapkan menjadi wadah persatuan dan membangun kekompakan warga masyarakat. Di tengah kondisi yang penuh tantangan, semangat gotong royong dan kebersamaan menjadi kunci utama agar warga dapat bangkit dan memperjuangkan hak-haknya secara kolektif.

Dengan terbentuknya struktur kepengurusan yang jelas dan komitmen untuk mengambil keputusan secara musyawarah, warga Desa Penyengat Olak menunjukkan bahwa mereka tidak tinggal diam. Mereka memilih untuk bersatu, bergerak bersama, dan memperjuangkan pemulihan desa mereka melalui jalur yang terorganisir dan bermartabat. (red)

Sumber: Jambiseru.com

Pos terkait