Sejarah Bitcoin dan Bahaya Investasi Bitcoin: Mengapa Banyak Orang Masuk dengan Harapan, Keluar dengan Penyesalan

Sejarah Bitcoin dan Bahaya Investasi Bitcoin: Mengapa Banyak Orang Masuk dengan Harapan, Keluar dengan Penyesalan
Sejarah Bitcoin dan Bahaya Investasi Bitcoin: Mengapa Banyak Orang Masuk dengan Harapan, Keluar dengan Penyesalan. Foto: Istimewa

BISNIS, Lajuberita.id – Bitcoin Pernah Disebut Penyelamat, Tapi Kenapa Banyak yang Hancur? Bitcoin sering dipuja sebagai uang masa depan.
Tanpa bank. Tanpa negara. Tanpa perantara.

Tapi satu pertanyaan jarang diajukan dengan jujur:
kalau Bitcoin begitu hebat, kenapa begitu banyak orang justru kehilangan uang?
Jawabannya ada di sejarahnya. Dan di cara manusia memperlakukannya.

Bacaan Lainnya

Sejarah Bitcoin: Lahir dari Krisis, Besar karena Ketamakan

Bitcoin lahir tahun 2009, saat dunia trauma oleh krisis keuangan global. Bank runtuh, rakyat menanggung beban, sementara sistem tetap berjalan seolah tak bersalah.
Seorang anonim bernama Satoshi Nakamoto menawarkan solusi radikal:
uang digital tanpa bank.

Awalnya Bitcoin adalah gerakan idealis.
Hanya segelintir orang yang peduli.
Namun ketika harganya melonjak ratusan ribu persen, narasinya berubah.

Bitcoin tak lagi dibicarakan sebagai teknologi.
Ia dibicarakan sebagai jalan cepat jadi kaya.
Dan di situlah masalah dimulai.

Dari Pizza ke Miliaran Rupiah: Awal Mula Euforia

Tahun 2010, Bitcoin digunakan membeli pizza.
Nilainya recehan.
Beberapa tahun kemudian, satu Bitcoin bernilai ratusan juta rupiah.
Cerita ini terus diulang.
Dibesar-besarkan.
Dijadikan umpan.

Padahal yang jarang diceritakan adalah:
berapa banyak orang yang membeli di harga puncak dan terjebak bertahun-tahun.

Bahaya Investasi Bitcoin yang Sering Ditutupi Cerita Sukses

1. Bitcoin Bisa Jatuh Lebih Cepat dari Harapan Anda
Bitcoin terkenal karena naik tajam.
Tapi lebih terkenal lagi karena jatuh tanpa ampun.
Dalam sejarahnya, Bitcoin:
Pernah anjlok lebih dari 80%
Pernah membuat investor kehilangan sebagian besar modal
Masalahnya, saat harga turun, cerita sukses mendadak menghilang.

2. Tidak Ada yang Menjamin Uang Anda Kembali
Ini bukan bank.
Bukan deposito.
Bukan obligasi.
Jika:
Aplikasi tutup
Exchange kolaps
Akun diretas
Maka uang Anda bukan hilang sementara, tapi permanen.
Bitcoin tidak mengenal istilah “maaf, kami bantu”.

3. Bitcoin adalah Magnet Penipuan Digital
Nama Bitcoin sering dipakai untuk:
Skema investasi bodong
Grup sinyal palsu
Robot trading fiktif
Influencer yang hanya menjual referral
Banyak korban sadar setelah terlambat.
Saat uang sudah pindah alamat.

4. Kesalahan Kecil Bisa Menghapus Segalanya
Salah kirim alamat.
Klik link palsu.
Simpan password sembarangan.
Di Bitcoin, satu kesalahan kecil cukup untuk menghancurkan semuanya.
Tidak ada tombol undo.

5. Harga Bitcoin Dikendalikan Emosi, Bukan Logika
Bitcoin sangat sensitif terhadap:
Isu larangan negara
Pernyataan tokoh dunia
Ketakutan massal
Saat panik, semua menjual.
Saat euforia, semua membeli.

Dan seperti biasa, yang datang belakangan sering menanggung akibatnya.
Bitcoin Tidak Jahat, Tapi Juga Tidak Ramah
Bitcoin bukan penjahat.
Teknologinya brilian.

Tapi ia tidak ramah bagi orang yang masuk tanpa pemahaman.

Banyak orang membeli Bitcoin:
Karena ikut-ikutan
Karena takut ketinggalan
Karena percaya kata influencer
Bukan karena paham risikonya.
Pertanyaan yang Harus Dijawab Sebelum Membeli Bitcoin
Sebelum klik “beli”, coba jawab jujur:
Kalau uang ini hilang, apakah hidup saya terganggu?
Apakah saya siap melihat nilainya turun 50%?
Apakah saya paham cara menyimpan Bitcoin dengan aman?
Jika satu saja jawabannya “tidak”,
maka risikonya terlalu besar.

Kesimpulan: Bitcoin Bukan Jalan Pintas, Tapi Jalan Berliku

Bitcoin telah mencatat sejarah besar dalam dunia keuangan digital.
Ia mengubah cara manusia memandang uang.
Namun Bitcoin bukan cerita dongeng.
Ia adalah pasar keras.
Sebagian kecil berhasil.
Jauh lebih banyak yang belajar dengan cara menyakitkan.

Dalam investasi Bitcoin, yang paling sering rugi bukan yang bodoh, tapi yang terlalu percaya tanpa memahami. (don)

Pos terkait