Perang, Inflasi, dan Ketidakpastian Dunia: Mengapa Kripto Jadi Sorotan

Perang, Inflasi, dan Ketidakpastian Dunia: Mengapa Kripto Jadi Sorotan
Perang, Inflasi, dan Ketidakpastian Dunia: Mengapa Kripto Jadi Sorotan. Foto: Istimewa

BISNIS, Lajuberita.id – Perang masih menyala di beberapa kawasan, konflik geopolitik makin panas, harga energi naik turun tak karuan, inflasi menggigit dompet masyarakat, dan ekonomi global berjalan di atas tali rapuh.

Di tengah semua itu, satu nama kembali mencuat ke permukaan: Bitcoin dan kripto.
Sebagian orang menyebutnya penyelamat.
Sebagian lain menyebutnya jebakan.
Dan sisanya… hanya bingung harus percaya yang mana.

Bacaan Lainnya

Kripto seolah selalu muncul saat dunia sedang kacau. Bukan kebetulan. Justru di situlah daya tariknya.

Dunia Tidak Pasti, Manusia Mencari Pegangan Baru

Ketika mata uang negara melemah, bank sentral menaikkan suku bunga, dan tabungan terasa makin menyusut nilainya, manusia cenderung mencari alternatif.

Dulu emas.
Sekarang… kripto.
Bitcoin sering dipromosikan sebagai “emas digital”. Aset yang jumlahnya terbatas, tidak dikendalikan negara, dan bisa disimpan tanpa bank.

Narasinya sederhana dan menggoda:
Tidak bisa dicetak sembarangan
Tidak tunduk pada satu negara
Bisa dipindahkan lintas batas dalam hitungan menit

Di tengah dunia yang penuh ketidakpastian, narasi seperti ini terdengar sangat menenangkan.

Masalahnya, dunia nyata tidak sesederhana narasi iklan.

Ketika Perang dan Krisis Justru Membuat Kripto Ramai

Setiap kali konflik global membesar, harga Bitcoin sering bergerak liar. Ada masa naik tajam, ada pula saat terjun bebas.
Banyak investor percaya:

“Saat dunia kacau, orang akan lari ke kripto.”

Namun faktanya tidak selalu demikian.
Dalam beberapa krisis global, Bitcoin justru jatuh bersamaan dengan saham. Ini menunjukkan satu hal penting:
kripto belum sepenuhnya menjadi aset lindung nilai.
Kripto masih sangat dipengaruhi:
Psikologi pasar
Spekulasi besar
Pergerakan modal global
Kebijakan negara besar

Artinya, saat panik melanda, kripto bisa ikut panik.

Bitcoin: Bebas dari Negara, Tapi Tidak dari Ketakutan

Salah satu daya tarik utama Bitcoin adalah kebebasannya dari kontrol pemerintah. Tapi di sisi lain, justru itu yang membuatnya rapuh.
Tidak ada bank sentral yang menyelamatkan.
Tidak ada jaminan negara.
Tidak ada perlindungan jika sistem runtuh.

Di tengah kekacauan global, negara justru cenderung memperketat regulasi:

Pajak kripto diperketat
Akses bursa dibatasi
Transaksi diawasi lebih ketat
Bitcoin mungkin bebas secara konsep, tapi manusia yang menggunakannya tetap hidup dalam sistem negara.
Dan itu tidak bisa dihindari.

Kripto di Tengah Inflasi: Pelindung Nilai atau Janji Kosong?

Banyak influencer kripto mengatakan Bitcoin adalah pelindung nilai dari inflasi.

Masalahnya, data sering berkata sebaliknya.
Saat inflasi tinggi:

Harga kebutuhan pokok naik
Masyarakat butuh uang tunai
Aset spekulatif sering dijual lebih dulu
Kripto termasuk aset spekulatif.
Akibatnya, bukannya jadi pelindung, kripto justru ikut tertekan. Investor menjual kripto demi bertahan hidup.

Di titik ini, kripto lebih mirip aset risiko tinggi, bukan pelampung penyelamat.

Kekacauan Global Membuka Dua Wajah Kripto

Kripto punya dua wajah yang muncul bersamaan saat dunia kacau.
Wajah Pertama: Harapan
Teknologi blockchain tetap berjalan
Transaksi tanpa perantara
Akses keuangan bagi mereka yang tidak tersentuh bank
Wajah Kedua: Ancaman
Volatilitas ekstrem
Penipuan berkedok kripto
Proyek rug pull dan token sampah
Kehilangan aset tanpa bisa mengadu

Di tengah krisis global, orang mudah tergiur janji keuntungan cepat.

Dan di situlah kripto sering berubah menjadi jebakan.

Investor Kecil Paling Rentan di Tengah Krisis
Saat dunia kacau, pemain besar punya strategi.

Investor kecil? Sering hanya punya harapan.
Masuk kripto karena:
Takut ketinggalan
Terdesak ekonomi
Ingin cepat kaya
Percaya influencer

Padahal kripto bukan jalan keluar instan dari krisis global. Justru sering menjadi pintu masuk krisis pribadi baru.

Banyak orang kehilangan tabungan, bukan karena dunia runtuh, tapi karena salah memahami risiko.

Jadi, Kripto Solusi atau Masalah di Tengah Kekacauan Global?

Jawabannya tidak hitam-putih.
Kripto bukan malaikat.
Tapi juga bukan setan.
Ia adalah alat.
Dan alat di tangan yang salah, di waktu yang salah, bisa berbahaya.
Di tengah kekacauan global:
Kripto bisa jadi alternatif, bukan pengganti total
Kripto bisa jadi peluang, tapi dengan risiko tinggi
Kripto bukan penyelamat massal

Yang paling berbahaya bukan kriptonya, tapi narasi berlebihan yang membuat orang lupa logika.

Di Dunia yang Kacau, Kewarasan Adalah Aset Termahal

Saat dunia berisik oleh perang, krisis, dan ketakutan, keputusan finansial seharusnya makin tenang, bukan makin nekat.
Bitcoin dan kripto akan terus ada.
Teknologinya akan terus berkembang.

Tapi krisis global mengajarkan satu hal penting:

Tidak ada aset yang benar-benar aman jika kita tidak paham apa yang kita pegang.
Di tengah kekacauan dunia, mungkin bukan Bitcoin yang paling kita butuhkan…
melainkan kesabaran, literasi, dan kewarasan dalam mengambil keputusan. (don)

Pos terkait