Dampak Mematikan Debu Batu Bara “Hantui” Warga Aur Kenali dan Mendalo

Rahmat Supriadi, Ketua organisasi Barisan Perjuangan Rakyat (BPR) Jambi
Rahmat Supriadi, Ketua organisasi Barisan Perjuangan Rakyat (BPR) Jambi. Foto: Lajuberita.id

JAMBI, Lajuberita.id – Kehadiran stockpile batu bara dan TUKS milik PT SAS, semakin membuat resah warga Aur Kenali. Pasalnya mereka telah melihat bahaya apa ke depan yang akan mengancam nyawa jika PT SAS beroperasi.

Rahmat Supriadi, Ketua organisasi Barisan Perjuangan Rakyat (BPR) Jambi mengatakan, dirinya bersama warga Aur Kenali telah sama sama melihat video dari WALHI soal betapa bahayanya batu bara untuk masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Setelah melihat video yang dikirim oleh WALHI beberapa waktu lalu, kami makin sadar betapa hebatnya dampak dari batu bara untuk masyarakat,” kata Rahmat, Jumat (29/08/2025).

Melihat hal tersebut, lanjut Rahmat, dirinya bersama warga Aur Kenali dan Mendalo semakin tegas menolak keberadaan stockpile batu bara dan TUKS PT SAS di Aur Kenali.

“Kami tidak mau mati perlahan ulah debu batu bara PT SAS. Sangat mengerikan sekali dampak batu bara ini. Pemukiman dipenuhi debu batu bara, bahkan air sungai pun menjadi hitam, dari pada kami mati konyol lebih baik kami terus berjuang untuk menolak keberadaan PT SAS di Aur Kenali,” tegasnya.

Disampaikan dia, pada saat ini banyak masyarakat yang sadar betapa berdampak buruk nya debu batu bara bagi kehidupan mereka.

“Saya sampai ingin nangis melihat video yang dikirim WALHI Jambi, saya tidak bisa bayangkan betapa hebatnya debu batu bara jika PT SAS beroperasi nanti. Maka dari itu kami minta kepada pemerintah daerah tolong pikir pakai otak, jangan korbankan kami,” tutupnya. (red)

Sumber : pemayung.id

Pos terkait