FILM, Lajuberita.id – Ada drama Korea yang bikin kita tertawa. Ada yang bikin kita baper setengah mati. Tapi Black? Ia bikin kita terdiam.
Serial ini bukan tontonan yang langsung “ramah” sejak episode pertama. Justru sebaliknya. Ia terasa gelap, dingin, dan misterius. Tapi justru di situlah daya tariknya. Semakin masuk ke ceritanya, semakin terasa bahwa ini bukan sekadar drama kriminal supernatural biasa. Ini drama tentang takdir, tentang dosa masa lalu, tentang cinta yang bahkan kematian pun sulit menghapusnya.
Dan jujur saja, setelah selesai menonton, ada rasa kosong yang tertinggal.
Premis yang Tidak Biasa
Ceritanya berpusat pada seorang Grim Reaper (malaikat maut) yang melanggar aturan dunia kematian dengan memasuki tubuh seorang detektif manusia. Ia punya misi: memburu roh yang kabur dari alam baka.
Di sisi lain, ada seorang wanita yang memiliki kemampuan melihat “bayangan kematian” — tanda hitam di sekitar seseorang yang akan segera meninggal.
Dua karakter ini dipertemukan oleh takdir yang rumit.
Satu adalah simbol kematian.
Satu lagi ingin menyelamatkan orang dari kematian.
Dari sini saja, konfliknya sudah terasa ironis.
Atmosfer Gelap yang Konsisten
Hal yang langsung terasa saat menonton Black adalah atmosfernya. Tone warna yang cenderung kelabu, pencahayaan yang minim, dan musik latar yang sendu menciptakan nuansa misterius yang kental.
Tidak ada kemewahan visual ala drama romantis biasa. Tidak ada filter hangat atau suasana ceria.
Semua terasa berat.
Tapi beratnya justru membuat cerita lebih terasa nyata. Seolah-olah dunia malaikat maut itu benar-benar ada, berjalan berdampingan dengan kehidupan manusia.
Karakter Black: Dingin Tapi Perlahan Melebur
Karakter Grim Reaper dalam drama ini bukan tipe malaikat maut yang penuh karisma atau humor. Ia dingin, kaku, dan hampir tanpa emosi.
Ia tidak memahami konsep cinta. Tidak mengerti kenapa manusia menangis. Bahkan tidak paham kenapa manusia rela berkorban untuk orang lain.
Namun perlahan, seiring interaksinya dengan dunia manusia, ada perubahan kecil yang terjadi.
Dan perubahan itu tidak dibuat berlebihan.
Ia tetap dingin.
Ia tetap logis.
Tapi ada celah kecil di hatinya yang mulai terbuka.
Perkembangan karakter ini yang membuat penonton ikut terikat secara emosional.
Cerita yang Rumit dan Penuh Lapisan
Black bukan drama yang bisa ditonton sambil setengah fokus. Ia penuh dengan detail. Banyak rahasia masa lalu yang saling terhubung.
Kasus kriminal yang awalnya terlihat terpisah ternyata punya akar yang sama. Hubungan antar karakter ternyata tidak sesederhana yang terlihat di awal.
Timeline-nya kadang maju mundur. Ada misteri identitas. Ada masa lalu yang perlahan terungkap sedikit demi sedikit.
Drama ini seperti puzzle besar.
Dan ketika potongan terakhir terpasang, kita baru sadar betapa kompleksnya cerita yang sudah kita ikuti sejak awal.
Romansa yang Tidak Manis, Tapi Tragis
Jika kamu berharap adegan romantis penuh pelukan hangat dan senyum manis, Black mungkin bukan tempatnya.
Romansa di sini terasa sunyi.
Ada jarak antara dua dunia. Ada aturan alam yang tidak bisa dilanggar. Ada risiko yang terlalu besar jika cinta itu dibiarkan tumbuh.
Dan justru karena banyak batasan itulah, perasaan mereka terasa lebih dalam.
Cinta mereka bukan cinta yang riuh. Tapi cinta yang diam-diam tumbuh di tengah ancaman kematian.
Tema Besar: Takdir atau Pilihan?
Pertanyaan paling besar dalam drama ini adalah: apakah takdir bisa diubah?
Karakter perempuan berulang kali mencoba menyelamatkan orang yang sudah ditandai kematian. Tapi setiap perubahan membawa konsekuensi baru.
Seolah-olah semesta selalu menemukan cara untuk menyeimbangkan sesuatu yang diubah.
Drama ini tidak memberi jawaban pasti. Tidak ada pesan hitam putih.
Yang ada hanya refleksi: bahwa setiap pilihan punya harga.
Dan kadang, menyelamatkan satu orang bisa berarti mengorbankan yang lain.
Kritik Sosial yang Terselip
Di balik cerita supernaturalnya, Black juga menyelipkan kritik sosial. Ada isu kekuasaan, kejahatan yang ditutupi oleh orang-orang berpengaruh, dan ketidakadilan yang dibiarkan mengendap selama bertahun-tahun.
Ini bukan sekadar cerita malaikat maut.
Ini juga cerita tentang manusia yang lebih kejam dari kematian itu sendiri.
Dan mungkin itu bagian paling menyeramkan.
Emosi yang Tertahan Tapi Menghantam
Drama ini jarang sekali menampilkan ledakan emosi yang dramatis.
Tangisan tidak dibuat berlebihan. Kemarahan tidak dibumbui teriakan panjang.
Tapi justru karena semuanya terasa tertahan, ketika momen emosional itu datang, dampaknya terasa lebih kuat.
Ada beberapa adegan yang membuat dada terasa sesak.
Bukan karena adegan itu heboh. Tapi karena ia realistis.
Ending yang Membelah Penonton
Salah satu hal yang paling sering dibicarakan dari Black adalah ending-nya.
Ada yang merasa puas. Ada yang merasa kehilangan. Ada juga yang merasa terlalu pahit.
Tapi satu hal yang pasti: ending-nya tidak mudah dilupakan.
Ia meninggalkan pertanyaan. Ia meninggalkan rasa.
Dan mungkin itu memang tujuan dari drama ini.
Dibanding Drama Supernatural Lain
Jika dibandingkan dengan drama supernatural lain seperti Goblin yang lebih puitis dan romantis, Black terasa lebih gelap dan realistis.
Ia tidak mengglorifikasi makhluk abadi.
Ia justru menunjukkan betapa beratnya menjadi entitas yang terjebak di antara hidup dan mati.
Dan itu membuatnya terasa lebih “dewasa”.
Kelebihan Utama
Konsep malaikat maut yang berbeda dari biasanya
Alur cerita kompleks dan tidak mudah ditebak
Karakter yang berkembang natural
Atmosfer konsisten dari awal hingga akhir
Perpaduan thriller, misteri, dan romansa tragis
Kekurangan yang Terasa
Beberapa bagian terasa lambat
Alur yang rumit bisa membingungkan jika tidak fokus
Ending yang tidak sepenuhnya memuaskan bagi sebagian penonton
Kesimpulan Akhir
Menonton Black seperti berjalan di lorong panjang yang gelap.
Awalnya kita ragu.
Tapi semakin jauh melangkah, semakin penasaran dengan apa yang ada di ujungnya.
Ini bukan drama untuk semua orang. Tapi bagi yang menyukai cerita misteri yang emosional, penuh lapisan, dan sarat makna tentang hidup serta kematian, Black adalah tontonan yang layak diingat.
Ia tidak hanya bercerita tentang malaikat maut.
Ia bercerita tentang manusia.
Tentang kesalahan.
Tentang penebusan.
Tentang cinta yang tetap tumbuh bahkan ketika waktu dan kematian mencoba menghentikannya.
Dan setelah selesai, kita mungkin akan berpikir…
Bagaimana jika takdir kita sebenarnya sudah ditulis?
Dan bagaimana jika, seperti di Black, kita tetap mencoba melawannya? (don)





