FILM, Lajuberita.id – Ada drama Korea yang sejak awal terasa berat, ada juga yang langsung menghibur tanpa beban. What’s Wrong with Secretary Kim termasuk kategori kedua—ringan, manis, dan tampak sederhana. Tapi justru di balik kemasan romansa kantor yang penuh senyum itu, drama ini menyimpan lapisan emosi yang tidak bisa dianggap remeh.
Menonton drama ini seperti membuka kotak hadiah yang awalnya terlihat lucu dan menggemaskan, lalu perlahan berubah menjadi cerita tentang luka masa kecil, harga diri, dan keberanian mencintai dengan jujur.
Sinopsis Singkat Tanpa Spoiler
Drama ini berpusat pada Lee Young-joon, wakil direktur perusahaan besar yang cerdas, kaya, dan… sangat narsistik. Hidupnya berjalan sempurna hingga suatu hari sekretaris andalannya, Kim Mi-so, tiba-tiba mengajukan pengunduran diri setelah sembilan tahun bekerja tanpa cela.
Keputusan Mi-so mengguncang dunia Young-joon. Bukan hanya karena ia kehilangan sekretaris terbaiknya, tetapi karena untuk pertama kalinya ia menyadari betapa besar ketergantungannya pada Mi-so. Dari sinilah kisah romansa, komedi, dan luka masa lalu mulai terkuak.
Alur Cerita: Ringan di Permukaan, Dalam di Tengah
Secara alur, What’s Wrong with Secretary Kim berjalan santai dan mudah diikuti. Banyak momen komedi situasional, dialog jenaka, dan adegan romantis khas drama Korea. Namun seiring berjalannya episode, cerita mulai menukik ke wilayah yang lebih emosional.
Drama ini tidak hanya soal “bos jatuh cinta pada sekretarisnya”, tetapi tentang dua individu dewasa yang sama-sama membawa luka. Trauma masa kecil, tekanan keluarga, dan rasa bersalah menjadi bagian penting dari konflik batin para karakternya.
Transisi dari rom-com ke drama emosional dilakukan cukup halus, sehingga penonton tidak merasa tertipu oleh genre.
Karakter Utama & Pemeran
Park Seo-joon sebagai Lee Young-joon
Karakter narsistik yang berlebihan, tetapi justru menghibur. Park Seo-joon berhasil membuat karakter ini tidak menjengkelkan, bahkan simpatik. Di balik kepercayaan diri ekstremnya, Young-joon adalah sosok rapuh yang takut kehilangan.
Park Min-young sebagai Kim Mi-so
Sekretaris yang kompeten, tenang, dan penuh empati. Mi-so bukan karakter perempuan lemah. Ia tahu apa yang ia inginkan dan berani memilih dirinya sendiri setelah bertahun-tahun hidup untuk orang lain.
Lee Tae-hwan sebagai Lee Sung-yeon
Kakak Young-joon yang pendiam dan penuh konflik batin, menjadi kunci penting dalam pengungkapan masa lalu.
Chemistry antara Park Seo-joon dan Park Min-young menjadi kekuatan utama drama ini—natural, hangat, dan tidak terasa dipaksakan.
Romansa Kantor yang Tidak Klise
Meski berlatar kantor dan hierarki bos-sekretaris, drama ini relatif berhati-hati dalam menampilkan relasi kuasa. Kim Mi-so tidak digambarkan sebagai perempuan yang “terselamatkan”, melainkan sebagai individu yang memilih bertahan atau pergi atas kesadarannya sendiri.
Romansa di sini tumbuh dari kebiasaan, kepercayaan, dan pengakuan, bukan sekadar status atau jabatan.
Tema Trauma dan Penyembuhan
Salah satu kekuatan terbesar What’s Wrong with Secretary Kim adalah keberaniannya membahas trauma masa kecil di tengah genre romantis. Drama ini menunjukkan bahwa luka lama bisa membentuk kepribadian, memengaruhi hubungan, dan menciptakan mekanisme pertahanan yang tampak arogan atau dingin.
Namun drama ini juga optimis: luka bisa dihadapi, diakui, dan perlahan disembuhkan—bukan dengan keajaiban, tetapi dengan kejujuran dan dukungan emosional.
Sinematografi & Nuansa Visual
Secara visual, drama ini cerah, rapi, dan menyenangkan. Warna-warna pastel, tata ruang kantor yang modern, dan fashion karakter yang ikonik membuat drama ini enak ditonton.
Visualnya mendukung suasana cerita: ringan di awal, hangat di tengah, dan emosional di akhir.
Kelebihan Film Drama
Chemistry kuat antar pemeran utama
Perpaduan komedi dan drama yang seimbang
Karakter perempuan yang mandiri
Isu trauma dibahas dengan pendekatan lembut
Kekurangan Drama
Beberapa konflik terasa dipanjangkan
Alur mudah ditebak di beberapa bagian
Tidak terlalu menantang bagi penonton yang suka drama berat
Kesan Pribadi Setelah Menonton
What’s Wrong with Secretary Kim adalah drama yang nyaman. Tidak menguras emosi secara berlebihan, tetapi cukup menyentuh untuk membuat penonton tersenyum dan merenung.
Drama ini mengingatkan bahwa bekerja terlalu lama tanpa memikirkan diri sendiri bisa membuat kita lupa siapa kita sebenarnya. Dan bahwa cinta yang sehat dimulai dari keberanian untuk jujur—pada orang lain, dan pada diri sendiri.
What’s Wrong with Secretary Kim bukan drama revolusioner, tetapi efektif. Ia menghibur, manis, dan memiliki pesan emosional yang relevan, terutama bagi penonton dewasa yang pernah terjebak dalam rutinitas kerja dan melupakan kebahagiaan pribadi.
Cocok untuk ditonton saat ingin sesuatu yang ringan, romantis, dan tetap bermakna. Drama ini membuktikan bahwa kisah sederhana, jika disampaikan dengan tulus, tetap bisa membekas. (don)





