JAMBI, Lajuberita.id – “Serangan” siber yang gencar menyudutkan Gubernur Jambi Al Haris di media sosial (medsos) maupun media siber akhir akhir ini, diduga seorang pengamat Publik dan Politik Top Jambi Dr Dedek Kusnadi ada kaitannya dengan agenda politik Pilkada 2029.
Menurut Dr. Dedek, Ada upaya menyudutkan Al Haris itu seperti sudah by design (didesain) dalam upaya downgrading (penurunan peringkat atau pengaruh) Al Haris.
Meski Al Haris tak maju lagi di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) mendatang karena sudah 2 periode, namun pengaruhnya Politik sangat kuat, baik sebagai ketua Partai Politik maupun Sebagai Gubernur Jambi, tak bisa dipungkiri akan membawa, pengaruhnya Politik besar pada Pilkada tahun 2029 nanti.
Kenapa Pengaruhnya Politik nya Begitu Besar pada Pilkada 2029 Mendatang Padahal waktu nya masih begitu Panjang.?
Dinamika Kepemimpinan Al Haris Muncilnya Fenomena serangan siber yang menyudutkan Gubernur Al Haris Menjadi topik yang Perlu di Analis secara kritis dan Ilmiah, Perlu mengaji dan menguraikan Dinamika tersebut degan kaedah analisis publik yang baik dan benar degan mengedepankan Presfektif yang bernilai Positif dan konstruktif
Pengaruh Politik nya Begitu Besar Padahal Pilkada Bahkan, berkat kepiawaian Al Haris berpolitik, dapat berdampak menang atau kalahnya kandidat yang maju Pilkada Jambi ke depan.
“Al Haris itu piawai berpolitik. Buktinya, Al Haris jadi Bupati Merangin dua periode, Gubernur Jambi dua periode. Sekarang beliau Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Provinsi Jambi. Sehingga posisinya sangat penting di peta politik Jambi,” jelas Dr Dedek Kusnadi lewat rilis persnya, Kamis (12/3/2026).
Melihat kekuatan Al Haris berpolitik ini, membuat lawan politiknya harus berhitung masak masak untuk berhadapan dengan Al Haris.
Downgrading Al Haris jadi Langkah Strategi Politik
Dr Dedek Kusnadi menduga, downgrading Al Haris via medsos maupun beberapa media siber, jadi pilihan lawan politiknya.
“Dengan menyudutkan Al Haris via siber, lawan politik Al Haris berharap masyarakat terpengaruh dan menilai kinerja Al Haris sebagai Gubernur Jambi, buruk. Dengan begitu, pengaruh Al Haris di Pilkada mendatang jadi lemah,” ulasnya.
Sebenarnya, sambungnya, gerakan “serangan” siber ke Al Haris ini bisa dibaca siapa yang menjadi dalangnya. Para politisi di Jambi juga sudah bisa membaca.
Namun, kata Dedek, masyarakat awam yang bukan politisi, kemungkinan tak bisa membaca strategi downgrading politik via medsos tersebut.
“Maka itu, saya mengimbau masyarakat tak mudah percaya dengan akun medsos maupun media siber yang menyudutkan Al Haris. Karena itu sudah masuk ranah politik,” tutupnya. (red)





