FILM, Lajuberita.id – Biasanya, ruang sidang digambarkan sebagai tempat yang sunyi, serius, dan penuh wibawa. Namun The Devil Judge justru menghancurkan gambaran itu sejak awal.
Dalam drama ini, pengadilan berubah menjadi panggung hiburan nasional. Sidang disiarkan langsung. Hakim menjadi figur publik. Putusan hukum diperlakukan seperti voting acara realitas.
Sejak episode pertama, The Devil Judge sudah memberi peringatan: ini bukan sekadar drama hukum. Ini adalah potret gelap tentang masyarakat yang haus keadilan instan, tapi lupa mempertanyakan siapa yang mengendalikan kebenaran.
Sinopsis Singkat Tanpa Spoiler
The Devil Judge berlatar di Korea Selatan versi distopia, di mana krisis ekonomi dan ketidakpercayaan publik terhadap pemerintah telah mencapai puncaknya. Untuk meredam kemarahan rakyat, sistem peradilan diubah menjadi “pengadilan langsung” yang disiarkan ke seluruh negeri.
Di tengah sistem aneh ini muncul Kang Yo-han, seorang hakim karismatik yang dijuluki “Hakim Iblis”. Ia tegas, dingin, dan sering menjatuhkan hukuman ekstrem yang memuaskan emosi publik. Namun di balik ketegasannya, tersimpan motif dan luka masa lalu yang tidak sederhana.
Berhadapan dengannya adalah Kim Ga-on, hakim muda idealis yang masih percaya bahwa hukum seharusnya berdiri di atas nurani, bukan popularitas.
Alur Cerita: Tegang, Gelap, dan Sarat Intrik
Alur The Devil Judge bergerak dengan tempo cepat namun penuh lapisan. Setiap kasus hukum bukan hanya soal benar dan salah, tetapi juga tentang kepentingan politik, permainan elite, dan manipulasi opini publik.
Drama ini tidak ragu menampilkan betapa mudahnya massa digiring oleh emosi. Putusan yang “memuaskan” sering kali lebih dihargai daripada keadilan yang adil. Dari sinilah konflik utama berkembang—bukan hanya antar tokoh, tetapi antara prinsip dan kekuasaan.
Semakin jauh cerita berjalan, semakin kabur batas antara pahlawan dan antagonis. Tidak ada karakter yang benar-benar bersih.
Karakter Utama & Dinamika Peran
Ji Sung sebagai Kang Yo-han
Ini adalah salah satu penampilan terbaik Ji Sung. Karakternya dingin, penuh karisma, dan sulit ditebak. Kang Yo-han bukan tipikal hakim idealis, melainkan sosok yang menggunakan sistem rusak untuk menghancurkan para perusaknya. Pertanyaannya: apakah tujuan baik membenarkan cara kejam?
Kim Min-jung sebagai Jung Sun-ah
Antagonis perempuan yang elegan, manipulatif, dan sangat berbahaya. Jung Sun-ah bukan musuh biasa. Ia mewakili kekuasaan elite yang tidak terlihat, tetapi mengendalikan segalanya dari balik layar.
Jinyoung (GOT7) sebagai Kim Ga-on
Representasi nurani penonton. Ga-on adalah karakter yang terus mempertanyakan moralitas sistem dan tindakan Kang Yo-han. Ia idealis, namun sering kali goyah.
Park Gyu-young sebagai Yoon Soo-hyun
Polisi yang berusaha berdiri di tengah kekacauan moral, menjadi penyeimbang antara hukum dan kemanusiaan.
Tema Besar: Keadilan vs Hiburan
Tema utama The Devil Judge adalah kritik terhadap sistem keadilan yang dipolitisasi dan dikomersialisasi. Drama ini menyoroti bagaimana hukum bisa berubah menjadi alat hiburan, dan bagaimana suara publik dapat dimanipulasi melalui emosi.
Pertanyaan besarnya sederhana tapi menohok:
Apakah keadilan masih adil jika ditentukan oleh mayoritas yang sedang marah?
Drama ini juga menyentuh isu populisme, di mana pemimpin atau figur berkuasa memanfaatkan kemarahan rakyat demi legitimasi.
Nuansa Distopia yang Dekat dengan Realita
Meski berlatar distopia, The Devil Judge terasa sangat dekat dengan dunia nyata. Media, opini publik, dan kekuasaan elite digambarkan begitu relevan dengan kondisi sosial modern.
Ini bukan masa depan yang terasa jauh. Justru terasa seperti peringatan dini.
Sinematografi & Atmosfer
Secara visual, The Devil Judge tampil gelap dan megah. Gedung pengadilan digambarkan seperti istana kekuasaan—dingin, besar, dan menekan. Pencahayaan minim dan tone warna gelap memperkuat kesan muram dan tidak manusiawi.
Musik latarnya dramatis, sering kali memberi tekanan emosional tanpa terasa berlebihan.
Dialog & Penulisan Cerita
Dialog dalam drama ini tajam dan penuh muatan ideologis. Banyak percakapan terasa seperti debat moral, bukan sekadar percakapan biasa. Ini membuat The Devil Judge terasa berat, tetapi juga memuaskan bagi penonton yang suka drama berpikir.
Pesan Moral & Makna Drama
The Devil Judge tidak menawarkan jawaban mudah. Ia tidak mengatakan siapa yang benar atau salah. Sebaliknya, drama ini memaksa penonton untuk terus bertanya.
Apakah sistem rusak bisa diperbaiki dari dalam?
Apakah kejahatan bisa dihancurkan dengan kejahatan lain?
Dan siapa yang berhak menentukan keadilan?
Drama ini menegaskan bahwa hukum tanpa nurani hanya akan melahirkan ketakutan, bukan keadilan.
Kelebihan The Devil Judge
Akting kelas atas, terutama Ji Sung dan Kim Min-jung
Tema sosial-politik yang berani
Alur cerita penuh intrik dan kejutan
Atmosfer gelap yang konsisten
Kekurangan The Devil Judge
Beberapa bagian terasa terlalu kompleks bagi penonton kasual
Tempo cepat bisa melelahkan
Minim momen ringan sebagai penyeimbang
Kesan Pribadi Setelah Menonton
Menonton The Devil Judge terasa seperti diajak bercermin. Drama ini tidak nyaman, tapi jujur. Ia tidak memberi rasa aman, justru membuat penonton gelisah.
Bukan karena ceritanya seram, tetapi karena terasa mungkin.
The Devil Judge adalah drama Korea yang berani, gelap, dan relevan. Ia bukan sekadar hiburan, tetapi kritik sosial yang dikemas dengan akting kuat dan cerita penuh intrik.
Cocok untuk penonton dewasa yang ingin tontonan berbobot, penuh refleksi, dan tidak hitam-putih. Drama ini mengingatkan kita bahwa keadilan sejati tidak pernah sederhana—dan sering kali, justru paling berbahaya saat dipuja berlebihan. (don)
Sumber: Jambiseru.com





